Kamis, 12 Januari 2017

GLONASS

GLONASS (Transliterasi Globalnaya navigatsionnaya sputnikovaya sistema), atau "Global Navigation Satellite System", adalah ruang berbasis sistem navigasi satelit yang beroperasi di dinas navigasi radio-satelit dan digunakan oleh Angkatan Pertahanan Aerospace Rusia. GLONASS adalah alternatif GPS dan sistem navigasi alternatif kedua dalam operasi dengan cakupan global dan kemampuan presisi yang cukup baik.
Produsen perangkat GPS mengatakan bahwa apabila kita mengintegrasikan GPS dengan GLONASS, maka dapat membuat ketersediaan satelit jadi bertambah dan ini berarti posisi kita bisa diperbaiki lebih cepat dan akurat, terutama di daerah bangunan besar yang dapat mengganggu jangkauan satelit GPS.
Smartphone umumnya cenderung menggunakan chipset GLONASS yang sama sejak versi 2015. Chip itu akan menerima informasi posisi GLONASS bersama dengan GPS. Sejak 2012, GLONASS adalah sistem pemosisi kedua yang paling sering digunakan di ponsel setelah GPS. Sistem ini memberi keuntungan bagi smartphone agar hasil pemosisian jadi lebih akurat hingga 2 meter.
Pada awalnya, pengembangan GLONASS dimulai di Uni Soviet pada tahun 1976. Pada 12 Oktober 1982, banyak peluncuran roket menambahkan satelit ke sistem sampai konstelasi selesai pada tahun 1995. Setelah penurunan kapasitas selama akhir 1990­an, pada tahun 2001, di bawah presiden Vladimir Putin, pemulihan sistem itu dibuat prioritas pemerintah atas dan pendanaan substansial meningkat.
GLONASS adalah program yang paling mahal dari Federal Space Agency Rusia yang memakan sepertiga dari anggaran tahun 2010. Pada tahun 2010, GLONASS telah mencapai cakupan 100% dari wilayah Rusia dan bulan Oktober 2011, konstelasi orbital 24 satelit dipulihkan, sehingga memungkinkan cakupan global secara penuh. Desain satelit GLONASS telah mengalami beberapa pembaharuan, dengan versi terbaru yang GLONASS­K.


1. Sejarah Glonass

1.1 Permulaan dan Desain

Satelit berbasis sistem navigasi radio pertama yang dikembangkan di Uni Soviet adalah Tsiklon, yang bertujuan untuk memberikan posisi yang lebih akurat pada kapal selam balistik. Antara 1967 dan 1978, 31 satelit Tsiklon diluncurkan.
Dari peluncuran itu, sayangnya terdapat masalah utama pada sistemnya. Ya, meskipun Tsiklon memiliki keakuratan yang bagus pada kapal stasioner atau lambat bergerak, namun dibutuhkan beberapa jam agar observasi dengan stasiun penerima bisa memperbaiki posisi, sehingga tidak dapat digunakan untuk banyak keperluan navigasi dan untuk pembinaan generasi baru rudal balistik.
Antara tahun 1968­1969, sistem navigasi baru, tidak hanya mendukung angkatan laut, tetapi juga udara, tanah dan bahkan ruang pasukan. Persyaratan formal diselesaikan pada tahun 1970; pada tahun 1976, pemerintah membuat keputusan untuk memulai pembangunan dari "Bersatu Ruang Sistem Navigasi GLONASS".
Tugas merancang GLONASS diberikan kepada sekelompok spesialis muda di NPO PM di kota Krasnoyarsk­26 (sekarang:Zheleznogorsk). Di bawah kepemimpinan Vladimir Cheremisin, mereka mengembangkan proposal yang berbeda, dari mana lembaga direktur Grigory Chernyavsky dipilih yang terakhir.
Pekerjaan itu selesai pada akhir tahun 1970; sistem ini terdiri dari 24 satelit yang beroperasi pada ketinggian 20.000 kilometer (12.000 mil) di orbit melingkar menengah. Ini akan dapat segera memperbaiki posisi stasiun penerima ini berdasarkan sinyal dari empat satelit, dan juga mengungkapkan kecepatan dan arah objek.
Satelit akan diluncurkan tiga pada waktu di angkat berat Proton roket. Karena jumlah besar satelit yang diperlukan untuk program ini, NPO PM didelegasikan pembuatan satelit untuk PO Polyot di Omsk, yang memiliki kemampuan produksi yang lebih baik.
Awalnya, GLONASS dirancang dengan ketepatan akurasi 65 meter (213 kaki), namun pada kenyataannya GLONASS justru memiliki akurasi 20 meter (66 kaki) untuk sinyal keperluan sipil dan 10 meter (33 kaki) untuk sinyal keperluan militer.
Generasi pertama satelit GLONASS adalah 7,8 meter (26 kaki), memiliki lebar 7,2 meter (24 kaki), diukur di panel surya mereka, dan massa dari 1.260 kilogram (2.780 lb).

1.2 Mencapai Konstelasi Orbital Penuh

Pada awal 1980­an, NPO PM menerima satelit prototipe pertama dari PO Polyot untuk tes tanah. Banyak bagian yang diproduksi dengan kualitas rendah sehingga membuat insinyur NPO PM harus melakukan redesain besar, yang berakibat ke penundaan. Tanggal 12 Oktober 1982, ditunjuklah tiga satelit: Kosmos­1413, Kosmos­1414, dan Kosmos-1415 diluncurkan atas sebuah roket Proton.
Karena hanya ada satu satelit GLONASS yang siap pada waktunya untuk peluncuran bukannya diharapkan tiga, diputuskan untuk memulai itu bersama dengan dua mock­up. Media Amerika Serikat melaporkan acara sebagai peluncuran satu satelit dan "dua benda rahasia." Untuk waktu yang lama, Amerika Serikat tidak bisa mengetahui sifat dari orang­orang "benda". The Telegraph Agency Uni Soviet (TASS) melakukan peluncuran tertutup yang menggambarkan GLONASS sebagai sistem "dibuat untuk menentukan posisi pesawat  penerbangan sipil, transportasi laut dan nelayan­kapal dari Uni Soviet".
Dari 1982 hingga April 1991, Uni Soviet berhasil meluncurkan total 43 satelit yang berhubungan dengan GLONASS ditambah lima satelit tes. Ketika Uni Soviet hancur pada tahun 1991, dua belas satelit GLONASS di dua pesawat operasional; cukup untuk memungkinkan penggunaan yang terbatas dari sistem (untuk menutupi seluruh wilayah Uni, 18 satelit akan diperlukan.)
Federasi Rusia mengambil alih kontrol dari konstelasi dan meneruskan perkembangannya. Pada tahun 1993, sistem yang sekarang terdiri dari 12 satelit, secara resmi dinyatakan operasional dan pada bulan Desember 1995 itu dibawa ke konstelasi beroperasi penuh 24 satelit.
Ini membawa ketepatan GLONASS setara dengan sistem GPS buatan Amerika Serikat, yang telah mencapai operasi penuh pаda tahun sebelumnya.

1.3 Krisis Ekonomi

Karena satelit generasi pertama dioperasikan untuk setiap tiga tahun, untuk menjaga sistem pada kapasitas penuh, dua peluncuran per tahun akan diperlukan untuk menjaga jaringan penuh 24 satelit. Namun, dalam masa sulit secara finansial dari 1989­1999, pendanaan program ruang angkasa dipotong oleh 80% dan Rusia akibatnya menemukan dirinya tidak mampu tingkat peluncuran ini.
Setelah dicapai lengkap pada bulan Desember 1995, tidak ada peluncuran lebih lanjut sampai Desember 1999. Akibatnya, konstelasi mencapai titik terendah darihanya enam satelit operasional pada tahun 2001. Sebagai awal untuk demiliterisasi, tanggung jawab program dipindahkan dari yang Departemen Pertahanan untuk badan antariksa sipil Rusia Roscosmos.

1.4 Upaya Baru dan Modernisasi

Pada tahun 2000­an, di bawah presiden Vladimir Putin, ekonomi Rusia pulih dan keuangan negara membaik. Putin sendiri mengambil minat khusus di GLONASS dan pemulihan sistem dibuat menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Untuk tujuan ini, pada Agustus 2001, Federal Target Program "Sistem Global Navigation" 2002­2011 (Keputusan Pemerintah No. 587) diluncurkan.
Program ini diberi anggaran dari $ 420.000.000 dan bertujuan memulihkan konstelasi penuh oleh 2.009. Pada tanggal 10 Desember 2003, desain satelit generasi kedua, GLONASS­M, diluncurkan untuk pertama kalinya. Itu massa sedikit lebih besar dari GLONASS awal, berdiri di 1.415 kilogram (3.120 lb), tapi itu tujuh tahun hidup, empat tahun lebih lama dari seumur hidup dari satelit GLONASS asli, penurunan tingkat penggantian yang diperlukan. Satelit baru juga memiliki akurasi yang lebih baik dan kemampuan untuk menyiarkan dua sinyal tambahan sipil.
Pada tahun 2006, Menteri Pertahanan Sergey Ivanov memerintahkan salah satu sinyal (dengan akurasi 30 meter (98 kaki)) harus dibuat tersedia untuk pengguna sipil. Putin, bagaimanapun, tidak puas dengan ini, dan menuntut agar seluruh sistem harus dibuat sepenuhnya tersedia untuk semua orang. Akibatnya, pada 18 Mei 2007, semua pembatasan dicabut. Keakuratan sebelumnya hanya militer sinyal dengan presisi 10 meter (33 kaki), sejak itu telah bebas tersedia untuk pengguna sipil.
Selama pertengahan dekade pertama abad ke­21, ekonomi Rusia meledak dan mengakibatkan peningkatan substansial dalam anggaran ruang negara. Pada tahun 2007, pembiayaan program GLONASS itu pun meningkat pesat; anggaran lebih dari dua kali lipat.
Sementara pada tahun 2006 GLONASS telah menerima $ 181.000.000 dari anggaran federal, pada tahun 2007 jumlah tersebut meningkat menjadi $ 380.000.000. Pada akhirnya, 140100000000 rubel ($ 4700000000) dihabiskan pada program 2001­2011, sehingga proyek
terbesar Roscosmos dan memakan sepertiga dari anggaran 2010 yang 84,5 miliar rubel. Untuk periode 2012­2020 320 miliar rubel ($ 10 miliar) dialokasikan untuk mendukung sistem.

1.5 Memulihkan Kapasitas Penuh

Pada bulan Juni 2008, sistem terdiri dari 16 satelit, 12 dari yang beroperasi penuh pada saat itu. Pada titik ini, Roscosmos bertujuan memiliki konstelasi penuh 24 satelit di orbit pada tahun 2010, satu tahun kemudian dari yang direncanakan sebelumnya. Pada bulan September 2008, Perdana Menteri Vladimir Putin menandatangani sebuah dekrit mengalokasikan tambahan 67 miliar rubel ($ 2600000000) untuk GLONASS dari anggaran federal.

1.6 Mempromosikan Penggunaan Komersial

Meskipun GLONASS konstelasi telah mencapai cakupan global, komersialisasi, terutama pengembangan segmen pengguna, telah kurang dibandingkan dengan GPS Amerika. Misalnya, komersial GLONASS perangkat navigasi buatan Rusia pertama untuk mobil, Glospace SGK­70 , diperkenalkan pada tahun 2007, tapi itu jauh lebih besar dan lebih mahal daripada penerima GPS yang sama. [8] Pada akhir 2010, hanya ada segelintir penerima GLONASS di pasar, dan beberapa dari mereka yang dimaksudkan untuk konsumen biasa. Untuk memperbaiki situasi, pemerintah Rusia telah secara aktifmempromosikan GLONASS untuk penggunaan sipil.
Untuk meningkatkan pengembangan segmen pengguna, pada tanggal 11 Agustus 2010, Sergei Ivanov mengumumkan rencana untuk memperkenalkan bea masuk 25% pada semua perangkat GPS berkemampuan, termasuk ponsel, kecuali mereka yang kompatibel dengan GLONASS. Pemerintah juga merencanakan untuk memaksa semua produsen mobil di Rusia untuk mendukung GLONASS mulai dari 2011. Ini akan mempengaruhi semua pembuat mobil, termasuk merek asing seperti Ford dan Toyota , yang memiliki mobil fasilitas perakitan di Rusia.
GPS dan baseband ponsel keripik dari vendor besar Qualcomm , Exynos dan Broadcom semua dukungan GLONASS dalam kombinasi dengan GPS. Pada bulan April 2011, Swedia Swepos jaringan nasional ­a dari stasiun referensi satelit yang menyediakan data posisi real­time dengan meter akurasi­menjadi yang pertama perusahaan asing diketahui menggunakan GLONASS.
Smartphone dan Tablet juga melihat pelaksanaan dukungan GLONASS pada 2011 dengan perangkat yang dirilis tahun itu dari Xiaomi Tech Company ( Xiaomi Phone 2 ), Sony Ericsson , Samsung ( Galaxy Note , Galaxy Note II , Galaxy SII , yang Google Nexus 10 pada akhir 2012), Asus , Apel ( iPhone 4S dan iPad Mini pada akhir 2012) dan HTC menambahkan dukungan untuk sistem yang memungkinkan peningkatan akurasi dan kunci pada kecepatan dalam kondisi sulit. [19] [20] [21] untuk daftar yang lebih lengkap dari smartphone lihat Daftar smartphone menggunakan GLONASS Navigasi dan untuk daftar yang lebih lengkap dari tablet melihat GLONASS teks di kolom GPS di Perbandingan komputer tablet .

1.7 Finishing Konstelasi

Tujuan Rusia finishing konstelasi tahun 2010 mengalami kemunduran ketika peluncuran Desember 2010 dari tiga satelit GLONASS­M gagal. The Proton­M roket itu sendiri dilakukan dengan sempurna, tapi tahap atas Blok D M3 (versi baru yang membuat penerbangan perdananya) penuh dengan terlalu banyak bahan bakar karena kegagalan sensor. Akibatnya, tahap atas dan tiga satelit jatuh ke Samudera Pasifik.
Kommersant memperkirakan bahwa kegagalan peluncuran biaya hingga $ 160 juta. Presiden Rusia Dmitry Medvedev memerintahkan audit penuh dari seluruh program dan penyelidikan kegagalan. Berikut kecelakaan itu, Roscosmos diaktifkan dua satelit cadangan dan memutuskan untuk membuat pertama ditingkatkan GLONASS­K satelit, yang akan diluncurkan pada bulan Februari 2011, bagian dari konstelasi operasional bukan terutama untuk pengujian sebagai awalnya direncanakan. Ini akan membawa jumlah total satelit untuk 23, memperoleh cakupan di seluruh dunia hampir selesai.
GLONASS­K 2 awalnya dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2013, namun pada 2012 diperkirakan tidak akan diluncurkan sampai 2015. Pada tahun 2010, Presiden Dmitry Medvedev memerintahkan pemerintah untuk menyiapkan program baru yang ditargetkan federal untuk GLONASS, yang meliputi tahun 2012­2020. Asli 2001 Program dijadwalkan akan berakhir pada tahun 2011.
Pada Juni 22, 2011, Roscosmos mengungkapkan bahwa badan tersebut sedang mencari pendanaan dari 402 miliar rubel ($ 14350000000) untuk program tersebut. Dana akan digunakan untuk menjaga konstelasi satelit, mengembangkan dan memelihara peta navigasi serta pada mensponsori teknologi tambahan untuk membuat GLONASS lebih menarik bagi pengguna.
Pada Oktober 2, 2011 satelit 24 dari sistem, GLONASS­M, berhasil diluncurkan dari Kosmodrom Plesetsk dan sekarang dalam pelayanan. [27] Hal ini membuat konstelasi GLONASS sepenuhnya pulih, untuk pertama kalinya sejak tahun 1996. Pada tanggal 5 November 2011 Proton­M penguat berhasil menempatkan tiga unit GLONASS­M di orbit final.
Pada hari Senin 28 November 2011, sebuah Soyuz roket, diluncurkan dari Kosmodrom Plesetsk Space Centre, menempatkan satelit GLONASS­M tunggal ke orbit dalam Pesawat 3. Pada tanggal 26 April 2013, satelit GLONASS­M tunggal disampaikan ke orbit oleh roket Soyuz dari Kosmodrom Plesetsk, memulihkan konstelasi 24 satelit operasional, minimum untuk menyediakan cakupan global.
Pada 2 Juli 2013 roket Proton­M, membawa 3 satelit GLONASS­M, jatuh saat lepas landas dari Baikonur Cosmodrome. Ini menyimpang dari jalur hanya setelah meninggalkan pad dan terjun ke hidung tanah pertama. Roket mempekerjakan DM­03 booster, untuk pertama kalinya sejak peluncuran pada Desember 2010, ketika kendaraan juga telah gagal, mengakibatkan hilangnya lain 3 satelit.
Namun, pada 2014, sementara sistem selesai dari sudut pandang teknis, sisi operasional masih belum ditutup oleh Departemen Pertahanan dan status formal masih "dalam pengembangan". Pada 7 Desember 2015, sistem secara resmi diumumkan selesai.


2. Sistem Satelit

Kontraktor utama dari program GLONASS adalah Reshetnev Information Satellite Systems (sebelumnya disebut NPO-PM). Perusahaan yang terletak di Zheleznogorsk, adalah desainer dari semua satelit GLONASS, bekerja sama dengan Institute for Space Device Engineering (an Russian Institute of Radio Navigation and Time. Produksi berkala satelit dilakukan oleh perusahaan Polyot PC di Omsk.
Selama tiga dekade pengembangan, desain satelit telah melalui banyak perbaikan, dan dapat dibagi menjadi tiga generasi: GLONASS yang asli (sejak 1982), GLONASS-M (sejak 2003), dan GLONASS-K (sejak 2011). Setiap satelit GLONASS memiliki desain GRAU 11F654, dan masing-masing juga memiliki desain militer “Cosmos-NNNN”.

2.1 Generasi Pertama

Generasi pertama satelit GLONASS (juga disebut Uragan) kesemuanya 3 sumbu yang stabil, umumnya memiliki berat 1.250 kg dan dilengkapi dengan sistem propulsi sederhana untuk memungkinkan relokasi dalam konstelasi. Seiring waktu, dilakukan pengembangan menjadi Blok IIa, IIb, dan IIV, dengan pengembangan setiap blok evolusioner. Enam satelit Blok Iia diluncurkan di 1985-1986 dengan standar waktu dan frekuensi yang lebih baik dari prototype, dan stabilitas frekuensi yang meningkat.Satelit-satelit ini juga menunjukkan umur hidup rata-rata 16 bulan operasional.Satelit Blok Iib dengan desain 2 tahun masa hidup, muncul pada tahun 1987, dimana total 12 satelit diluncurkan, tapi setengah dari jumlah itu hancur dalam kecelakaan kendaraan peluncuran. Enam satelit yang berhasil mencapai orbit bekerja dengan baik, beroperasi selama rata-rata hampir 22 bulan.
Blok IIV adalah yang paling produktif dari generasi pertama.Digunakan
secara eksklusif 1988-2000 dan terus dimasukkan dalam peluncuran sampai 2005, total 25 satelit diluncurkan.Didesain untuk hidup selama tiga tahun, namun berbagai satelit melebihi tiga tahun, dengan satu model yang hidup sampai 68 bulan. Satelit Blok II yang biasanya diluncurkan tiga buah pada satu waktu dari Kosmodrom Baikonur menggunakan Proton-K Blok-DM-2 atau Proton-K Briz-M boosters.Satu-satunya pengecualian adalah ketika pada dua peluncuran, sebuah satelit reflektor geodetik Etalon diganti oleh sebuah satelit GLONASS.

2.2 Generasi Kedua

Generasi kedua dari satelit, yang dikenal sebagai Glonass-M,ndikembangkan awal tahun 1990 dan pertama kali diluncurkan pada tahun 2003.Satelit ini memiliki masa hidup tujuh tahun dan berat sekitar 1.480 kg.Ukuran satelit adalah sekitar 2,4 m(7 ft 10 in) dengan diameter 3,7 m(12 kaki) tinggi, dengan rentang panel surya 7,2 m(24 kaki) untuk kemampuan pembangkit tenaga listrik sebesar 1600 watt pada saat peluncuran. Struktur payload belakang menjadi tempat 12 antena utama untuk transmisi Lband. Reflektor laser sudut kubus juga dilakukan untuk membantu dalam penentuan orbit yang tepat dan penelitian geodesi. Satelit ini juga menggunakan jam atom Cesium. Total sebanyak 14 satelit generasi kedua diluncurkan sampai akhir 2007.Seperti generasi sebelumnya, satelit-satelit generasi kedua diluncurkan sejumlah tiga satelit sekali waktu menggunakan Proton-K Blok-DM-2 atau Proton-K Briz-M boosters.

2.4 Generasi Ketiga

GLONASS-K adalah sebuah peningkatan dari generasi sebelumnya, yaitu pada segi bobot.Bobot satelit GLONASS-K sekitar 750 kg, jauh lebih ringan dibandingkan bobot satelit GLONASS-M yang sekitar 1450kg.Satelit ini memiliki masa hidup operasional 10 tahun. Satelit generasi ketiga mengirimkan sinyal navigasi yang lebih banyak untuk meningkatkan akurasi sistem, termasuk sinyal CDMA baru pada band L3 dan band L5 yang akan menggunakan modulasi mirip dengan GPS modern, Galileo ,dan Compass. Satelit GLONASS generasi ini dipersenjatai peralatan yang canggih yang dibuat dari komponen-komponen dari Rusia yang akan membuat akurasi GLONASS meningkat dua kali lipat. Seperti halnya dengan satelit sebelumnya, GLONASS-K adalah 3-sumbu yang stabil dengan panel surya ganda.Satelit GLONASS-K pertama berhasil diluncurkan pada 26 Februari 2011. Karena pengurangan bobot satelit, GLONASS-K dapat diluncurkan berpasangan dari lokasi peluncuran Kosmodrom Plesetsk dengan menggunakan biaya jauh lebih rendah Soyuz-2.1b boostersatau enam satelit pada sekali waktu dari Kosmodrom Baikonur menggunakan Proton-K Briz-M.


3. Sistem Receiver

Dari jenis data yang dikirim atau direkam, satelit GLONASS mengirimkan dua jenis sinyal, yaitu sinyal Standard Precission (SP) dan sinyal High Precission(HP). Sinyal menggunakan pengkodean DSSS dan modulasi Binary Phase-Shift Keying (BPSK) yang sama seperti pada sinyal GPS. Semua satelit GLONASS mengirimkan kode yang sama seperti sinyal SP mereka, namun setiap pengiriman dilakukan pada frekuensi yang berbeda menggunakan 15-kanal berteknik Frequency Division Multiple Access (FDMA) yang mencakup kedua sisi baik dari 1602,0 MHz, yang dikenal sebagai band L1. Pusat frekuensi adalah 1602 MHz + n × 0.5625 MHz, dimana n adalah nomor saluran frekuensi satelit (n = -7, -6, -5, …0, …, 6, sebelumnya n = 0, .. , 13). Sinyal yang ditransmisikan dalam kerucut 38 °,dengan menggunakan polarisasi melingkar tangan kanan, pada EIRP antara 25 hingga 27 dBW (316-500 watt). Perhatikan bahwa konstelasi 24 satelit diakomodasi dengan hanya 15 saluran dengan menggunakan kanal frekuensi yang sama untuk mendukung pasangan satelit antipodal (sisi berlawanan dari planet di orbit). Sinyal HP (L2) disiarkan di fase quadrature dengan sinyal SP, berbagi gelombang pembawa sama dengan sinyal SP, tetapi dengan bandwidth yang sepuluh kali lebih tinggi dari sinyal SP. Sinyal L2 menggunakan FDMA sama dengan sinyal band L1, tetapi mengirimkan membelakangi 1246 MHz dengan frekuensi pusat ditentukan oleh persamaan 1246 MHz + n × 0,4375 MHz, dimana n mencakup kisaran yang sama seperti untuk L1. Pada efisiensi puncak, sinyal SP menawarkan akurasi posisi horisontal dalam 5-10 meter, posisi vertikal dalam 15 meter, mengukur vektor kecepatan jarak 10 cm / detik, dan waktu dalam 200 ns, semua didasarkan pada pengukuran dari empat generasi pertama satelit secara bersamaan; satelit baru seperti GLONASS-M memperbaiki ini. Sinyal HP yang lebih akurat yang tersedia untuk pengguna yang
berwenang, seperti Militer Rusia. Saat ini, sinyal referensi sipil tambahan disiarkan di band L2 dengan kode SP identik dengan sinyal band L1. Ini tersedia dari semua satelit di konstelasi saat ini, kecuali satelit bernomor 795. GLONASS menggunakan datum koordinat bernama “PZ-90”, di mana lokasi yang tepat dari Kutub Utara diberikan sebagai rata-rata posisinya 1900-1905.Hal ini berbeda dengan datum koordinat GPS, WGS 84, yang menggunakan lokasi Kutub Utara pada tahun 1984. Pada tanggal 17 September 2007, datum PZ-90 telah diperbarui agar berbeda dari WGS 84 kurang dari 40 cm (16 in) dalam arah tertentu. Merk receiver GLONASS sangat beraneka ragam, seperti Septentrio, Topcon, JAVAD, Magellan Navigation, Novatel, Leica Geosystems, Trimble Inc, dan lain-lain.


4. Sistem Kontrol

Segmen kontrol darat melakukan kontrol satelit GLONASS.Segmen sistem kontrol terdiri dari System Control Center (SCC) yang terletak di wilayah Moskow, dan beberapa stasiun Telemetry, Tracking, dan Control (TT & C) yang
terdistribusikan ke seluruh wilayah Rusia. Segmen Kontrol Darat melakukan tugas sebagai berikut:

  • Pemantauan orbit konstelasi
  • Menyesuaikan parameter orbit satelit secara berkelanjutan
  • Mengupload program waktu, perintah kontrol, dan informasi khusus

Agar operasional sistem navigasi satelit menjadi normal, sangat penting untuk menyinkronkan semua proses yang terjadi selama operasi sistem. Artinya, proses ini akan berlangsung pada skala waktu yang tunggal. Untuk memenuhi persyaratan ini, Synchronization System yang memuat Central Synchronizer yang merupakan sebuah stasioner standar frekuensi hidrogen ultra-stabil, yang digunakan sebagai dasar untuk skala waktu GLONASS.Semua skala waktu pada satelit disinkronisasi dengan skala waktu sistem.Central Synchronizer disinkronisasikan dengan Waktu Negara dan Referensi Frekuensi, yang terletak di Mendeleev (wilayah Moskow). Penyebaran dan pemeliharaan orbital konstelasi dilakukan oleh dua roket sistem ruang angkasa, satu berdasarkan peluncur “Proton” dan satu lainnya berdasarkan peluncur “Soyuz”. Setiap sistem roket ruang meliputi:

  • Sistem peluncur
  • Sistem booster
  • Sistem satelit


5. Layanan Glonass

Dua layanan yang tersedia dari GLONASS:
  • SPS: The Standard Positioning Service (atau Standard Akurasi layanan Signal) adalah layanan terbuka, gratis bagi pengguna di seluruh dunia. Sinyal navigasi awalnya disediakan hanya pada pita G1 frekuensi, tetapi dari tahun 2004 pada baru GLONASS-M mentransmisikan juga sinyal sipil kedua di G2.
  • PPS: The Positioning Service Precise (atau layanan Signal Akurasi Tinggi) dibatasi untuk pengguna militer dan resmi. Dua sinyal navigasi yang disediakan dalam band G1 dua frekuensi dan G2.




Daftar Pustaka:
  1. http://www.navipedia.net/index.php/GLONASS_General_Introduction
  2. www.novatel.com/an-introduction-to-gnss/chapter-3-satellite-systems/glonass/
  3.  http://www.academia.edu/8313251/Tugas_1_GNSS
  4. http://homefage.blogspot.co.id/2016/08/apa-itu-glonnas-artinya.html


Baca SelengkapnyaGLONASS

Selasa, 22 November 2016

Tugas Pengantar Telematika - Review Jurnal Telematika



Judul:
Sistem Pemesanan Dan Pembelian Tiket Bioskop Secara Online Dengan Menggunakan Active Server Pages.Net Berbasis Web Dan Wireless Application Protocol
Tujuan:
Membuat sistem pemesanan dan pembelian tiket bioskop sehingga pelanggan dapat memesan tiket untuk jadwal tayang kapanpun di bioskop manapun secara online tanpa harus mengantri, dan juga transaksi dapat dilakukan dari mana pun dan kapan pun. Penulisan ini dititikberatkan pada aplikasi pemesanan tiket online melalui web dengan dukungan WAP.
Metode:
Menurut saya, dalam pembuatan sistem pemesanan dan pembelian tiket bioskop secara online ini, menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan informasi dan berbagai sumber buku, jurnal, artikel, dan tutorial dari internet.
  1. Pengumpulan data, menggunakan metode studi pustaka. Dalam tahap ini mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan penulisan ini dengan melalukan pencarian informasi, baik dari buku maupun dari internet.
  2. Perancangan dan Pembuatan, dalam tahap ini dilakukan awal perancangan dan pembuatan sistem pemesanan dan pembelian tiket bioskop secara online dengan menggunakan active server Pages.net berbasis Web dan Wireless Application Protocol (WAP).
  3. Uji Coba Aplikasi, melalukan tahapan uji coba aplikasi.
  4. Implementasi, tahap ini mengimplementasi aplikasi yang sudah dibuat.
Kesimpulan:
Pemesanan dan pembelian tiket secara online dapat menjadi efisien, karena tidak terbatas
dengan waktu, jarak dan biaya. Pada sistem yang baru, penonton dapat melihat film yang akan ditayangkan di bioskop, mendapatkan informasi harga tiket pada bioskop yang berbeda lokasinya, mendapatkan informasi ketersediaan tiket dan lokasi tempat duduk, dan membeli tiket bioskop yang ingin ditontonnya melalui web atau melalui  handheld mobile device yang mendukung penggunaan WAP dapat mengurangi jumlah orang yang mengantri pembelian tiket dan meningkatkan efisiensi waktu penonton.
Daftar Pustaka:
[1] Kurniawan, Yahya, 2003, Aplikasi Web database Dengan ASP, PT. Elex Media Komputindo 
[2] Amjad, U., 1993. Distributed Computing: A Practical Synthesis of Network, Client Server System, Distributed Application and Open System, USA: Prentice Hall International Inc.  
[3] Date, C.J., 2000. An Introduction To Database System. Edisi ke-7, Boston: Addison Wesley Longman, Inc.  
[4] Gralla, P., 1999. How The Internet Works, Indianapolis: Que.  
[5] Kienan, B., 2000. Small Business Solution ECommerce, edisi ke-1, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
[6] Kurniawan, Y., 2001. Aplikasi Web Database dengan ASP, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. 
[7] Martin, J., 1974. Database Analysis and Design, USA: Prentice Hall, Inc.  
[8] Sidharta, L., 1996. Internet Informasi Bebas Hambatan. Edisi ke-1, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.  
[9] Shneiderman, B., 1998. Designing the User 
Interface: Strategies for Effective HumanComputer Interaction, Edisi ke-3. Boston: 
Addison Wesley Longman, Inc.
[10] Sommerville,  I.,  1996.  Software   Engineering, Edisi ke-5, Boston: Addison   
 Wesley Longman, Inc.    
[11] Yourdon, E., 1989. Modern Structured   
 Analysis, USA: Prentice Hall.   
Baca SelengkapnyaTugas Pengantar Telematika - Review Jurnal Telematika

Sabtu, 15 Oktober 2016

Arsitektur Telematika

Arsitektur Telematika, arsitektur itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu dari sisi client dan sisi server. Untuk penjelasan pertama saya akan membahas mengenai arsitektur telematika. Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu sistem ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi. Jadi arsitektur telematika dapat diartikan sebuah struktur desain yang secara logic dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

Arsitektur Client/Server.

Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server. Dengan arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server. Client/server dapat dibedakan menjadi dua, yaitu model Two-tier dan Three-tier.

1. Model Two-tier

Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :
  • User Interface adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
  • Manajemen Proses.
  • Database.

2. Model Three-tier

Pada model ini disisipkan satu layer tambahan diantara user interface tier dan database tier. Tier tersebut dinamakan middle-tier. Middle-Tier terdiri dari bussiness logic dan rules yang menjembatani query user dan database, sehingga program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier. Dengan adanya server middle-tier ini, beban database server berkurang. Jika query semakin banyak dan/atau jumlah pengguna bertambah, maka server-server ini dapat ditambah, tanpa merubah struktur yang sudah ada.

Arsitektur Client – Server Telematika

Arsitektur client – server telematika terdiri dari 2 buah arsitektur yakni, arsitektur sisi client dan sisi servernya.

1. Asitektur Sisi Client

Istilah ini merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. Java Script adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan.
Karakteristik Client :
  • Selalu memulai permintaan ke server. 
  • Menunggu balasan. 
  • Menerima balasan.
  • Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu.
  • Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan online chat klien. 

2. Arsitektur Sisi Server

Adalah sebuah eksekusi sisi server web khusus yang melampaui standar metode HTTP yang harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script di sisi server khusus yang tertanam di tag halaman HTML; tag ini memicu suatu tindakan kejadian atau program untuk mengeksekusi.
Karakteristik Server:
  • Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.
  • Melayani permintaan klien kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.
  • Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien. 
  • Jenis server khusus mencakup: web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan layanan web ini juga jenis server. 

Kolaborasi arsitektur client-server Telematika

1. Arsitektur Single-Tier 

Definisi arsitektur single-tier, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, adalah bahwa semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Kelemahan dari jenis ini adalah keamanannya lebih rendah dan kurangnya skalabilitas. Sebuah arsitektur skalabel dapat dengan mudah ketika diperluas atau ditambah untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kinerja.

2. Arsitektur Two-tier

Dalam arsitektur klien/server dua lapis , antarmuka pengguna ditempatkan di lingkungan desktop dan sistem manajemen database. Biasanya dalam sebuah server, yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak klien. Pengolahan informasi dibagi antara sistem user interface lingkungan dan lingkungan server manajemen database.

3. Arsitektur Three-tier

Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan diantara sistem user interface lingkungan klien dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server.
  • Three tier dengan server pesan
Pada arsitektur ini, pesan akan diproses dan diprioritaskan. Header pesan memiliki prioritas yang  mencakup informasi, alamat dan nomor identifikasi. Server pesan dihubungkan ke relasional DBMS dan sumber data lainnya. Sistem pesan alternatif untuk infrastruktur nirkabel.

  • Three tier dengan aplikasi server
Arsitektur ini memungkinkan server untuk menjalankan sebuah aplikasi pada server lain tidak terdapat di sistem user interface lingkungan klien. Aplikasi dalam arsitektur ini lebih terukur dan biaya instalasinya murah pada satu server.

Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :
  • Keluwesan teknologi.
  • Mudah untuk mengubah DBMS engine.
  • Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda.
  • Biaya jangka panjang yang rendah.
  • Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan.
  • Keunggulan kompetitif.
  • Kemampuan untuk bereaksi terhadap perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi.


Contoh Kasus

T-Cash, model mereka menggunakan sistem SMS yang mereka miliki sebagai konfirmasi transaksi pembayaran. Jadi ketika bertransaksi di merchant T-Cash, pelanggan Telkomsel yang memiliki account T-Cash cukup memberikan nomor HPnya ke kasir dan kemudian kasir akan memprosesnya disystem T-Cash. Saat itu juga system T-Cash akan menginformasikan pembayaran ke nomor pelanggan tersebut melalui SMS
E-Wallet menyimpan identitas pemilik pribadi dan alamat dari kartu kredit atau e-cash atau infomrasi lainnya.
  • Membuat belanja lebih mudah efisien
  • Mengurangi kebutuhan untuk mengulangi informasi pribadi yang diidentifikasikan kedalam formulir pembayaran
  • Bekerja didalam berbagai tempat perbelanjaan yang berbeda untuk  mempercepat pemeriksaan.
Arsitektur pada T-cash 
Dalam jaringan T-cash terdapat komponen-komponen yang saling terkait dan bekerja sama untuk membentuk system/jaringan yang menghubungkan pelanggan (MS) dengan server T-cash (ESME). External Short Message Entities berfungsi untuk menciptakan layanan yang lebih beragam kepada pelanggan . melalui ESME T-cash ini,data pelangan T-cash disimpan, serta request dari pelangan untk mencetak saldo, ganti pin, pembelian barang/jasa dan transfer dikenal serta diproses secara cepat.





Sumber Pustaka:
http://serah-gua.blogspot.co.id/2015/10/arsitektur-telematika.html
http://auliaokok.blogspot.co.id/2014/12/arsitektur-telematika.html
Baca SelengkapnyaArsitektur Telematika

Sabtu, 01 Oktober 2016

Head Up Display & Tangible User Interface


Head Up DIsplay (HUD)

Sebuah head-up display systems, atau disingkat HUD, adalah suatu tampilan transparan yang menyajikan data tanpa mengharuskan pengguna untuk melihat dari sudut pandang biasa mereka. Asal usul nama ini berasal dari pilot yang dapat melihat informasi dengan kepala “dinaikkan” dan melihat ke depan, bukan memandang sudut bawah untuk melihat ke instrumen yang lebih rendah. Meskipun HUD pada awalnya dikembangkan untuk penerbangan militer, HUD sekarang telah digunakan dalam pesawat komersial, mobil, dan aplikasi lainnya.




Generasi HUD:
  • Generasi Pertama-Menggunakan CRT untuk menghasilkan sebuah gambar pada layar fosfor, memiliki kelemahan dari lapisan fosfor layar merendahkan dari waktu ke waktu. 
  • Generasi Kedua-Menggunakan LED, yang dimodulasi oleh layar LCD untuk menampilkan gambar. Sistem ini tidak memudar atau memerlukan tegangan tinggi. 
  • Generasi Ketiga-Menggunakan panduan gelombang optik untuk menghasilkan gambar secara langsung pada Combiner dari pada menggunakan sistem proyeksi. 
  • Generasi Keempat-Menggunakan laser scanning untuk menampilkan gambar dan bahkan gambar video pada media transparan yang jelas.

Contoh penggunaan HUD:
  • Automobile
General Motors mulai menggunakan display head-up pada tahun 1988 dengan layar warna, pertama muncul pada tahun 2001 pada Corvette. Pada tahun 2003, BMW menjadi produsen Eropa pertama yang menawarkan HUDs. Menampilkan menjadi semakin tersedia dalam mobil produksi, dan biasanya menawarkan speedometer, tachometer, dan menampilkan sistem navigasi. Tampilan malam pun juga ditampilkan melalui HUD di General Motors tertentu, Honda, Toyota dan kendaraan Lexus. Manufaktur lainnya seperti Citroen, Saab, dan Nissan saat ini menawarkan beberapa bentuk sistem HUD. HUDs Sepeda Motor helm juga tersedia secara komersial.
HUD digunakan untuk mempermudah pengguna dalam mengavigasikan kendaraan nya dengan baik dan agar meminimalkan jumlah terjadinya kecelakaan saat berkendaraan, seperti contoh nya apabila seorang pengendara sedang mengendarai kendaraan dengan kecepatan 100 km / jam ingin mengalih kan pandangan nya walaupun hanya 1 detik itu dapat berakibat fatal karena dalam 1 detik itu mobil sudah melaju sejauh 27 meter.
Fakta lapangan seperti itulah yang mendasari industri otomotif terus berupaya meminimalkan resiko, dengan menciptakan sistem kontrol. Salah satunya, dengan Head-Up Display (HUD), yang memiliki prospek menjanjikan. Itu karena HUD mampu menampilkan informasi penting pada kaca depan, langsung pada area pandang pengemudi, hingga ia tak perlu lagi menundukbatau celingukan mengalihkan pandangannya dari jalan di depannya. Dengan memanfaatkan proyektor laser (laser projector), diharapkan kaca mobil depan nantinya bisa berfungsi sebagai layar monitor yang bisa menampilkan berbagai informasi berguna bagi pengendara.


Tangible User Interface (TUI)

Tangible User Interface (TUI) adalah sebuah antar muka pengguna di mana seseorang berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik. Sebuah TUI adalah salah satu teknologi dimana pengguna berinteraksi dengan sistem digital melalui manipulasi obyek fisik terkait dan langsung mewakili kualitas sistem tersebut.Nama awal dari TUI adalah Graspable User Interface (GUI), yang tidak lagi digunakan. Ide dari TUI adalah untuk memiliki hubungan langsung antara sistem dan cara anda mengontrol melalui manipulasi fisik dengan memiliki makna yang mendasar atau hubungan langsung yang menghubungkan manipulasi fisik ke perilaku yang mereka picu pada sistem.
Orang-orang telah mengembangkan keterampilan canggih untuk merasakan dan memanipulasi lingkungan fisik mereka. Namun, sebagian besar keterampilan ini tidak digunakan dalam interaksi dengan dunia digital saat ini. Interaksi dengan informasi digital saat ini sebagian besar terbatas pada Graphical User Interface (GUI).Dengan keberhasilan komersial Apple Macintosh dan Microsoft Windows, GUI telah menjadi paradigma standar untuk Human Computer Interaction (HCI) hari ini. GUI merupakan informasi (bit) dengan piksel pada layar bit-dipetakan.
Mereka representasi grafis yang dapat dimanipulasi dengan remote controller generik seperti mouse dan keyboard. Dengan representasi decoupling (piksel) dari kontrol (perangkat input) dengan cara ini, GUI memberikan kelenturan untuk meniru berbagai media grafis. Namun, ketika kita berinteraksi dengan dunia GUI, kita tidak bisa mengambil keuntungan dari ketangkasan kita atau memanfaatkan keterampilan kita untuk memanipulasi berbagai benda-benda fisik seperti manipulasi blok bangunan atau kemampuan untuk membentuk model dari tanah liat.



Karakteritik TUI:
  • Representasi fisik digabungkan untuk mendasari komputasi informasi digital.
  • Representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif.
  • Representasi fisik perseptual digabungkan untuk secara aktif ditengahi representasi digital.
  • Keadaan fisik terlihat "mewujudkan aspek kunci dari negara digital dari sebuah sistem.

Contoh penggunaan TUI:
  • Mouse
Salah satu penerapan TUI yang paling sederhana adalah pada mouse. Menyeret mouse melalui permukaan datar dan gerakan pointer pada layar yang sesuai merupakan cara berinteraksi dengan sistem digital melalui manipulasi objek fisik. Gerakan yang dibuat dengan perangkat tersebut memiliki hubungan yang jelas dengan perilaku yang dipicu sistem, misalnya misalnya pointer bergerak naik ketika Anda memindahkan mouse maju. Teknologi ini membuat menjadi sangat mudah untuk menguasai perangkat input dengan bantuan sedikit koordinasi tangan dan mata.


Kesimpulan:

Jadi menurut penulis, perbedaan antara Head Up Display dengan Tangible User Interface adalah Head Up Display hanya menampilkan gambar atau tampilan informasi saja ke user atau pengguna, sedangkan Tangible User Interface bukan hanya menampilkan gambar atau tampilan informasi saja ke user atau pengguna, bahkan user dapat berinteraksi dengan objek dari tampilan gambar atau informasi yang ditampilkan.

Baca SelengkapnyaHead Up Display & Tangible User Interface

Minggu, 24 April 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 - Artikel Koran


Isi Artikel:
Makin mudahnya mengurus E-KTP.
Hasil jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas pada Februari lalu juga menunjukkan hal serupa. Sebagian besar (90,2 persen) responden mengaku sudah memiliki e-KTP. Dari pengalaman warga Jakarta dan sekitarnya, umumnya tidak ada kendala berarti mengurus e-KTP. Kalaupun ada keluhan, yang terbanyak dikemukakan adalah lamanya antrean untuk merekam data secara elektronik.
Penduduk usia muda umumnya sibuk sekolah atau bekerja sehingga tak punya cukup waktu menyiapkan syarat administrasi dan merekam data elektronik. Apalagi, masih ada anggapan bahwa mengurus e-KTP ruwet.
Sehingga menyewa jasa orang lain untuk mengurus permohonan e-KTP. Tetangga, anggota satpam, penjaga keamanan, ataupun pengurus RT bisa dimintai tolong urusan ini. Konsekuensinya, biasanya ada "uang lelah" yang disiapkan.
Kemendagri mengimbau pemerintah daerah memperlancar dan mempercepat pengurusan e-KTP. Mereka diharapkan tak memungut biaya. Syarat-syarat diusahakan dipermudah. Bagi penduduk yang bermukim di luar alamat domisili, tak perlu repot kembali ke wilayah asal untuk urus e-KTP.

Metode Penelitian:
Menggunakan metode penelitian studi kasus. Kasus disini membahas tentang makin mudahnya mengurus E-KTP. Lalu menggunakan metode pengumpulan datanya atau jajak pendapat melalui telepon, diselenggarakan Litbang "Kompas" pada 20-21 Febuari 2016. Sebanyak 427 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak menggunakan motode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru. Responden berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Kesimpulan:
Makin mudahnya mengurus E-KTP.
Hasil jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas pada Februari lalu juga menunjukkan hal serupa. Sebagian besar (90,2 persen) responden mengaku sudah memiliki e-KTP. Dari pengalaman warga Jakarta dan sekitarnya, umumnya tidak ada kendala berarti mengurus e-KTP.
Kemendagri mengimbau pemerintah daerah memperlancar dan mempercepat pengurusan e-KTP. Mereka diharapkan tak memungut biaya. Syarat-syarat diusahakan dipermudah. Bagi penduduk yang bermukim di luar alamat domisili, tak perlu repot kembali ke wilayah asal untuk urus e-KTP.

Baca SelengkapnyaTugas Bahasa Indonesia 2 - Artikel Koran