Senin, 11 April 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 - Jurnal Augmented Reality

Isi Jurnal

Pemanfaatan teknologi Augmented Reality ini telah banyak digunakan di berbagai bidang. Khususnya dalam bidang perdagangan, Augmented Reality ini dapat digunakan sebagai teknologi dalam mempromosikan berbagai produk. Kebanyakan perusahaan menggunakan brosur sebagai media untuk mempromosikan produk mereka. Tetapi dengan teknologi Augmented Reality ini dapat dirancang dengan sangat menarik sebuah brosur yang bersifat interaktif. Pengembang dapat merancang sebuah brosur virtual yang dapat memberikan informasi produk yang lengkap secara 3D, sehingga konsumen dapat mengetahui secara jelas berbagai produk yang ditawarkan. Maka, munculah sebuah teknologi baru dalam bidang perdagangan yang memanfaatkan teknologi
Augmented Reality sehingga menghasilkan suatu brosur interaktif yang dapat membuat suatu proses bisnis dalam melakukan promosi produk menjadi lebih efektif.

Metode Penelitian

Dalam pembuatan aplikasi Augmented Reality (AR) ini, menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan informasi dan berbagai sumber buku, jurnal, artikel, dan tutorial dari internet.
  1. Pengumpulan data, menggunakan metode studi pustaka. Dalam tahap ini mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan penulisan ini dengan melalukan pencarian informasi, baik dari buku maupun dari internet.
  2. Perancangan dan Pembuatan, dalam tahap ini dilakukan awal perancangan dan pembuatan objek dengan Blender dan Unity untuk membuat objek dan texturing pada animasi.
  3. Perancangan Aplikasi, tahapan ini dilakukan tahap merancang sebuah aplikasi dengan teknologi Augmented Reality (AR) di dalam sebuah aplikasi berbasis Android dengan marker denah perumahan dan denah rumah.
  4. Uji Coba Aplikasi, melalukan tahapan uji coba aplikasi didahului dengan proses debugging, program yang sudah valid, lanjut dijalankan dengan gadged yang memiliki kamera.
  5. Implementasi, tahap ini mengimplementasi aplikasi yang sudah dibuat

Kesimpulan

Setelah melalui proses perancangan dan pembuatan sistem ini, maka diambil kesimpulan yaitu Brosur interaktif berbasis Augmented Reality dapat berjalan sesuai rancangan, semua tombol virtual yang dibuat dan yang ditampilkan di layar augmented reality menjalankan fungsinya masingmasing ketika disentuh, intensitas cahaya sangat berpengaruh terhadap pendeteksian marker dalam memunculkan objek 3D, Adanya halangan pada marker tidak terlalu berpengaruh selama masih terlihat pada ukuran lebih dari seperdelapan ukuran marker, dan Virtual Button untuk mengganti warna mobil sangat sensitif saat marker kekurangan cahaya ataupun marker tidak terdeteksi maksimal.

Baca SelengkapnyaTugas Bahasa Indonesia 2 - Jurnal Augmented Reality

Rabu, 30 Maret 2016

Tutorial Crimping Kabel UTP/LAN (Straight & Cross)

Saya akan meberikan tutorial untuk melakukan crimping terhadap kabel UTP/LAN menggunakan konektor RJ-45 agar bisa digunakan untuk menghubungkan hardware komputer.

Sebelum kita mulai, bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah kabel utp, konektor RJ-45, dan tang crimping.


Kabel UTP terdiri dari 2 jenis, yaitu Straight dan Cross, kabel straight digunakan untuk menghubungkan dua buah hardware yang berbeda seperti menghubungkan PC ke Switch/Hub, dan kabel Cross digunakan untuk menghubungkan dua buah hardware yang sama seperti dari PC ke PC, Laptop ke Laptop.


Tutorial jenis Straight:

1. Gunting kabel UTP/LAN dengan menggunakan gunting / tang crimping seperti gambar dibawah ini.


2. Urutan warna kabel sesuai jenis kabel UTP/LAN.
Urutan kabel untuk jenis Straight yaitu:
a. Putih - Orange
b. Orange
c. Putih - Hijau
d. Biru
e. Outih - Biru
f. Hijau
g. Putih - Cokelat
h. Cokelat
Setelah itu gunting sama rata kabel kecil warna-warnanya.


3. Setelah diurutkan, masukan ke konektor RJ-45.

4. Setelah itu kunci kabel UTP dan konektor RJ-45 dengan menggunakan tang crimping.


5. Buat sisi kabel UTP/LAN satunya seperti cara nomer 1 - 4.

6. Setelah itu, hubungankan 2 komputer dengan kabel LAN / UTP yang tadi dibuat. Setelah itu lakukan pengujian apakah kabel UTP/LAN terhubung dengan baik.



Tutorial versi Crossover:

1. Gunting kabel UTP dengan menggunakan gunting / tang crimping.

2. Urutan warna kabel sesuai jenis kabel LAN.
Urutan kabel untuk jenis Crossover yaitu:
a. Putih - Hijau
b. Hijau
c. Putih - Orange
d. Biru
e. Putih - Biru
f. Orange
g. Putih - Cokelat
h. Cokelat
Setelah itu gunting sama rata kabel kecil warna-warnanya.


3. Setelah diurutkan, masukan ke konektor RJ-45.

4. Setah itu kunci kabel UTP dan konektor RJ-45 dengan menggunakan tang crimping.

5. Buat sisi kabel UTP/LAN satunya seperti cara nomer 1 - 4.



6. Setelah itu, hubungankan 2 komputer dengan kabel LAN / UTP yang tadi dibuat. Setelah itu lakukan pengujian apakah kabel UTP/LAN terhubung dengan baik.
Baca SelengkapnyaTutorial Crimping Kabel UTP/LAN (Straight & Cross)

Minggu, 13 Maret 2016

Bahasa Indonesia 2 - Deduktif dan Induktif

A. Deduktif

Berikut ini adalah macam-macam paragraf Deduktif, yang terdiri dari definisi paragraf Silogisme dan paragraf Entimen, serta contohnya.

1. Paragraf Silogisme


Paragraf silogisme adalah sebuah paragraf yang dikembangakan dengan menggunakan pola pikir silogisme.

Sologisme sendiri adalah pola pikir yang bertolak dari dua buah premis, yaitu pernyataan – pernyataan yang mendahului, kemudian ditarik sebuah kesimpulan yang secara logis sesuai dengan premis – premis tersebut.

Bentuk Silogisme

Silogisme terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan. Kedua premis tersebut adalah premis umum (PU) dan premis khusus (PK).

Premis umum : Berupa pernyataan yang menyatakan sebuah kelompok atau kumpulan tertentu yang memiliki ciri atau sifat tertentu.
Premis khusus : Berupa pernyataan yang menyatakan salah satu anggota dari suatu kelompok tersebut.
Kesimpulan : Kesimpulan yang menyatakan bahwa salah satu anggota kelompok memiliki ciri atau sifat pada kelompok tersebut.

Maka rumusnya adalah sebagai berikiut:

PU : A = B
PK : C = A
K : C = B

Contoh 1

PU : Semua dokter sangat pandai
PK : Budi adalah seorang dokter
K : Maka Budi pandai.

Contoh Paragraf

Semua dokter yang ada di dunia ini pasti sangatlah pandai. Kepintaran mereka sudah tidak diragukan lagi karena sudah terbukti dari gelar yang mereka sandang. Sementara itu, Budi adalah seorang dokter. Jadi bisa dikatakan bahwa Budi adalah orang yang sangat pandai.

Contoh 2

PU : Mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan anaknya.
PK : Lumba-lumba adalah hewan mamalia.
K : Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan.

Contoh Paragraf

Semua hewan mamalia berkembang biak dengan proses mengandung dan melahirkan anak – anaknya. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kalenjar susu yang ada pada bagian tubuhnya. Sementara itu, lumba-lumba adalah salah satu jenis hewan mamalia yang hidup di air. Oleh karena itu, lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan anak – anaknya.


Macam – macam paragraf silogisme

Berikut ini adalah jenis – jenis paragraf silogisme dan contohya.

  • Paragraf Silogisme Kategorial

Paragraf ini dikembangkan dengan silogisme kategorial yaitu, silogisme yang premis mayornya berupa kategorial dan menjadi predikat. Sedangkan premis minornya menjadi subjek.

Contoh 1:

PU : Semua makhluk hidup memerlukan makanan.
PK : Manusia bisa bernafas dan berkembang biak.
K : Manusia memerlukan makanan.

Semua makhluk hidup yang ada di dunia ini memerlukan makanan untuk bertahan hidup. Sementara itu, manusia memiliki ciri – ciri sebagai makhluk hidup, yaitu bernafas dan berkembang biak. Oleh sebab itulah, manusia juga memerlukan makanan karena merupakan salah satu makhluk hidup.

Contoh 2 :

PU : Semua siswa SMA Ananda mengikuti study tour.
PK : Charlie belajar di SMA Ananda.
K : Charlie mengikuti study tour.

Tahun ini semua siswa SMA Ananda akan melaksanakan study tour. Mereka akan mengunjungi Bali dan Jakarta. Kebetulan Charlie merupakan murid kelas 3 SMA. Dia belajar di sekolah SMA Ananda. Oleh karena itu, Adit akan mengikuti Study tour ke Jakarta dan Pulau Bali.

  • Paragraf Silogisme Hipotetik

Paragraf ini menggunakan pola silogisme kategorial, yaitu silogisme yang premis mayornya berupa argument atau pendapat.

Contoh 1

PU : Apabila besok banjir, saya tidak akan pergi.
PK : Hari ini banjir.
K : Hari ini banjir, saya tidak pergi.

Saya telah berjanji dengannya bahwa apabila hari esok banjir, saya tidak akan pergi ke rumahnya. Pada akhirnya, hari ini datang banjir. Maka dari itu hari ini saya tidak bisa menepati janji untuk datang ke rumahnya.

Contoh 2

PU : Saya akan membeli mobil baru jika punya uang.
PK : Saya memiliki uang banyak.
K : Saya membeli mobil.

Sudah lama saya memimpikan jika memiliki banyak uang saya pasti akan membeli mobil keluaran terbaru. Bulan ini saya mendapat bonus dari bos. Oleh karena itu, saya membeli mobil ini.

  • Paragraf silogisme alternative

Paragraf ini dikembangkan dengan pola silogisme alternative, yaitu silogisme yang premis umumnya merupakan sebuah pilihan.

Contoh:

PU : Adhika bersekolah di SMA atau SMP.
PK : Adhika bersekolah di SMA.
K : Adhika tidak bersekolah di SMP.

Karena badanya yang besar, orang – orang bingung apakah Adhika pelajar SMA atau pelajar SMP. Ternyata, Adhika belajar di SMA Ananda. Oleh karena itu, Adhika bukanlah pelajar SMP.

2. Paragraf Entimen

Entimen merupakan sebuah silogisme yang dipendekan. Jadi entimen adalah kesimpulan dari silogisme. Namun, sebenarnya, entimen ini bukanah paragraf, akan tetapi lebih terlihat seperti sebuah kalimat kesimpulan.

Contoh:

PU : Anak yang sholeh selalu rajin beribadah.
PK : Irfan adalah anak yang sholeh.
K : Irfan rajin beribadah.
Entimen : Irfan rajin beribadah, karena ia anak sholeh.


B. Induktif

Berikut ini adalah macam-macam paragraf Induktif, yang terdiri dari definisi generalisasi, anologi, hubungan sebab-akibat, hubungan akibat-sebab, serta contohnya.

1. Generalisasi

Paragraf ini dimulai dengan memaparkan suatu hal yang khusus dan kemudian disimpulkan pada bagian akhir paragaf.

Contoh

Buah kelapa dapat dijadikan sebagai bahan makanan dan minuman yang segar. Tak hanya
buahnya, kayu pohon kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Sedangkan pelapahnya dapat dijadikan sapau ijuk. Bahkan akarnya pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

2. Analogi

Paragraf analogi adalah paragraf yang memaparkan suatu objek dengan menyamakannya dengan objek lain yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu.

Contoh:

Pisau yang tumpul lama – kelamaan akan menjadi tajam jika terus menerus diasah. Hal ini dikarenakan pisau yang tumpul tersebut, selalu digunakan dan dilatih sehingga pisau itu tidak menjadi karat dan rusak. Hal yang sama juga terjadi dengan otak manusia. Meskipun bodoh, kita akan menjadi pintar jika terus menerus belajar karena dengan terus belajar otak akan menjadi terlatih sehingga kemampuannya akan menjadi tajam. Oleh karena itu, meskipun bodoh dalam suatu hal, kita akan menajdi pintar jika terus berlatih, sama halnya dengan pisau yang tumpul akan menjadi tajam jika terus diasah.

3. Paragraf Sebab – Akibat

Paragraf ini diawali dengan memaparkan hal – hal khusus yang berupa sebab – sebab, kemudian disimpulkan pada bagian akhir yang merupakan akibat dari sebab tersebut.

Contoh

Saat ini banyak hutan yang telah beralih fungsi menjadi tempat permukiman. Mereka memaksa semua binatang yang ada di dalamnya untuk pergi dari rumah mereka. Tak hanya itu, perburuan yang massif pun sering terjadi. Para pemburu dengan seenaknya membunuh binatang – binatang yang ada. Akibatnya, binantang – binatang sekarang berada di ambang kepunahan.

4. Paragraf Akibat – Sebab

Paragraf ini diawali dengan memaparkan akibat – akibat yang timbul dan kemudian dijelaskan pada bagian akhir apa penyebab akibat – akibat tersebut.

Contoh:

Cuaca saat ini menajdi semakin panas. Bahkan kita tidak bisa lagi memprediksi datangnya musim karena sudah tidak pasti lagi kapan datangnya. Cuaca yang sangat panas ini diikuti oleh melelehnya gunung – gunung es yang ada di kutub utara sehingga menaikan volume permukaan air laut. Hal ini sungguh sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia. Tetapi bagian ironisnya adalah bahaya – bahaya tersebut, disebabkan oleh perilaku manusia sendiri yang memicu terjadinya global warming.
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia 2 - Deduktif dan Induktif

Bahasa Indonesia 2 - Pertemuan Pertama (Penalaran)





Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia 2 - Pertemuan Pertama (Penalaran)

Selasa, 12 Januari 2016

Video dan Naskah Materi Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Kelompok: 5

Materi: Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Nama Anggota : 
  1. Arman Adyaksha (11113387)
  2. Bonar (11113775)
  3. Charlie Ariya (11113879)
  4. Derri Permana (12113197)
  5. Rizki Mauliana (17113984)
  6. Rizka Dewi (17113896)





Scene

Video

Narasi

Durasi

00.00 – 00.06

Intro Video

Muncul tulisanSelamat Menyaksikan”.


6 detik

00.07 – 00.40

Perkenalan kelompok

Muncul tulisanKelompok 4”.


15 detik

00.23 – 00.40

Materi yang dibawakan

Muncul kereta
yang mengeluarkan asap yang bertuliskan
Catatan Kaki dan Daftar Pustaka”, lalu dikahiri oleh gambar panah.


17 detik

00.41 – 01.00

Penjelasan materi
pertama.

Tangan menulisApa itu catatan
kaki?”, diakhiri dengan gambar kaki dan tanda tanya.

19 detik

01.01 – 01.20

Menjelaskan pengertian
catatan kaki

Muncul huruf-huruf
kelompok 4 membawa tuilisanAdalah daftar keterangan khusus yang ditulis dibagian bawah setiap lembaran atau akhir bab
karangan ilmiah”.


19 detik

00.21 – 00.37

Menjelaskan cara penulisan catatan kaki

Muncul pesawat membawa tulisan “Cara Penulisan Catatan Kaki”.


16 detik

00.38 – 00.53

Penjelasan materi
kedua

Ada dua sepeda bertabrakan, lalu muncul tulisanDaftar Pustaka”, lalu diakhiri dengan digunting dan terpisah.


15 detik

00.54 – 02.34

Menjelaskan pengertian
daftar pustaka

Muncul delman dengan membawa tulisanAdalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulisan,
judul tulisan, penerbit, dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis”.




02.35 – 03.15

Menjelaskan cara penulisan daftar pustaka

  • Muncul tulisan “Cara Penulisan Daftar Pustaka”, lalu ada gambar tanda panah kanan kiri yang disentuh oleh jari.

  • Lalu muncul tulisan “1. Nama dituilis terbalik dan diurutkan sesuai abjad, 2. Tahun terbit, 3. Judul buku (ditulis miring), 4. Tempat terbit, 5. Nama penerbitsatu persatu.



03.16-03.45

Menjelaskan contoh
penulisan catatan kaki

  • Muncul tulisanContoh Penulisan Catatan Kaki”.
  • Lalu muncul buku yang terbuka, lalu diikuti contoh-contoh penulisan catatan kaki.

29 detik

03.46 – 05.00

Menjelaskan contoh
penulisan daftar pustaka

  • Muncul tulisanContoh Penulisan Daftar Pustaka”.
  • Lalu muncul buku yang terbuka, lalu diikuti contoh-contoh penulisan daftar pustaka.

14 detik

05.01 – 05.11

Ending Video

  • Muncul tulisanTerima Kasih”.
  • Muncul credit atau pembuatn video

10 detik
Baca SelengkapnyaVideo dan Naskah Materi Catatan Kaki dan Daftar Pustaka