Minggu, 13 Maret 2016

Bahasa Indonesia 2 - Deduktif dan Induktif

A. Deduktif

Berikut ini adalah macam-macam paragraf Deduktif, yang terdiri dari definisi paragraf Silogisme dan paragraf Entimen, serta contohnya.

1. Paragraf Silogisme


Paragraf silogisme adalah sebuah paragraf yang dikembangakan dengan menggunakan pola pikir silogisme.

Sologisme sendiri adalah pola pikir yang bertolak dari dua buah premis, yaitu pernyataan – pernyataan yang mendahului, kemudian ditarik sebuah kesimpulan yang secara logis sesuai dengan premis – premis tersebut.

Bentuk Silogisme

Silogisme terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan. Kedua premis tersebut adalah premis umum (PU) dan premis khusus (PK).

Premis umum : Berupa pernyataan yang menyatakan sebuah kelompok atau kumpulan tertentu yang memiliki ciri atau sifat tertentu.
Premis khusus : Berupa pernyataan yang menyatakan salah satu anggota dari suatu kelompok tersebut.
Kesimpulan : Kesimpulan yang menyatakan bahwa salah satu anggota kelompok memiliki ciri atau sifat pada kelompok tersebut.

Maka rumusnya adalah sebagai berikiut:

PU : A = B
PK : C = A
K : C = B

Contoh 1

PU : Semua dokter sangat pandai
PK : Budi adalah seorang dokter
K : Maka Budi pandai.

Contoh Paragraf

Semua dokter yang ada di dunia ini pasti sangatlah pandai. Kepintaran mereka sudah tidak diragukan lagi karena sudah terbukti dari gelar yang mereka sandang. Sementara itu, Budi adalah seorang dokter. Jadi bisa dikatakan bahwa Budi adalah orang yang sangat pandai.

Contoh 2

PU : Mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan anaknya.
PK : Lumba-lumba adalah hewan mamalia.
K : Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan.

Contoh Paragraf

Semua hewan mamalia berkembang biak dengan proses mengandung dan melahirkan anak – anaknya. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kalenjar susu yang ada pada bagian tubuhnya. Sementara itu, lumba-lumba adalah salah satu jenis hewan mamalia yang hidup di air. Oleh karena itu, lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan anak – anaknya.


Macam – macam paragraf silogisme

Berikut ini adalah jenis – jenis paragraf silogisme dan contohya.

  • Paragraf Silogisme Kategorial

Paragraf ini dikembangkan dengan silogisme kategorial yaitu, silogisme yang premis mayornya berupa kategorial dan menjadi predikat. Sedangkan premis minornya menjadi subjek.

Contoh 1:

PU : Semua makhluk hidup memerlukan makanan.
PK : Manusia bisa bernafas dan berkembang biak.
K : Manusia memerlukan makanan.

Semua makhluk hidup yang ada di dunia ini memerlukan makanan untuk bertahan hidup. Sementara itu, manusia memiliki ciri – ciri sebagai makhluk hidup, yaitu bernafas dan berkembang biak. Oleh sebab itulah, manusia juga memerlukan makanan karena merupakan salah satu makhluk hidup.

Contoh 2 :

PU : Semua siswa SMA Ananda mengikuti study tour.
PK : Charlie belajar di SMA Ananda.
K : Charlie mengikuti study tour.

Tahun ini semua siswa SMA Ananda akan melaksanakan study tour. Mereka akan mengunjungi Bali dan Jakarta. Kebetulan Charlie merupakan murid kelas 3 SMA. Dia belajar di sekolah SMA Ananda. Oleh karena itu, Adit akan mengikuti Study tour ke Jakarta dan Pulau Bali.

  • Paragraf Silogisme Hipotetik

Paragraf ini menggunakan pola silogisme kategorial, yaitu silogisme yang premis mayornya berupa argument atau pendapat.

Contoh 1

PU : Apabila besok banjir, saya tidak akan pergi.
PK : Hari ini banjir.
K : Hari ini banjir, saya tidak pergi.

Saya telah berjanji dengannya bahwa apabila hari esok banjir, saya tidak akan pergi ke rumahnya. Pada akhirnya, hari ini datang banjir. Maka dari itu hari ini saya tidak bisa menepati janji untuk datang ke rumahnya.

Contoh 2

PU : Saya akan membeli mobil baru jika punya uang.
PK : Saya memiliki uang banyak.
K : Saya membeli mobil.

Sudah lama saya memimpikan jika memiliki banyak uang saya pasti akan membeli mobil keluaran terbaru. Bulan ini saya mendapat bonus dari bos. Oleh karena itu, saya membeli mobil ini.

  • Paragraf silogisme alternative

Paragraf ini dikembangkan dengan pola silogisme alternative, yaitu silogisme yang premis umumnya merupakan sebuah pilihan.

Contoh:

PU : Adhika bersekolah di SMA atau SMP.
PK : Adhika bersekolah di SMA.
K : Adhika tidak bersekolah di SMP.

Karena badanya yang besar, orang – orang bingung apakah Adhika pelajar SMA atau pelajar SMP. Ternyata, Adhika belajar di SMA Ananda. Oleh karena itu, Adhika bukanlah pelajar SMP.

2. Paragraf Entimen

Entimen merupakan sebuah silogisme yang dipendekan. Jadi entimen adalah kesimpulan dari silogisme. Namun, sebenarnya, entimen ini bukanah paragraf, akan tetapi lebih terlihat seperti sebuah kalimat kesimpulan.

Contoh:

PU : Anak yang sholeh selalu rajin beribadah.
PK : Irfan adalah anak yang sholeh.
K : Irfan rajin beribadah.
Entimen : Irfan rajin beribadah, karena ia anak sholeh.


B. Induktif

Berikut ini adalah macam-macam paragraf Induktif, yang terdiri dari definisi generalisasi, anologi, hubungan sebab-akibat, hubungan akibat-sebab, serta contohnya.

1. Generalisasi

Paragraf ini dimulai dengan memaparkan suatu hal yang khusus dan kemudian disimpulkan pada bagian akhir paragaf.

Contoh

Buah kelapa dapat dijadikan sebagai bahan makanan dan minuman yang segar. Tak hanya
buahnya, kayu pohon kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Sedangkan pelapahnya dapat dijadikan sapau ijuk. Bahkan akarnya pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

2. Analogi

Paragraf analogi adalah paragraf yang memaparkan suatu objek dengan menyamakannya dengan objek lain yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu.

Contoh:

Pisau yang tumpul lama – kelamaan akan menjadi tajam jika terus menerus diasah. Hal ini dikarenakan pisau yang tumpul tersebut, selalu digunakan dan dilatih sehingga pisau itu tidak menjadi karat dan rusak. Hal yang sama juga terjadi dengan otak manusia. Meskipun bodoh, kita akan menjadi pintar jika terus menerus belajar karena dengan terus belajar otak akan menjadi terlatih sehingga kemampuannya akan menjadi tajam. Oleh karena itu, meskipun bodoh dalam suatu hal, kita akan menajdi pintar jika terus berlatih, sama halnya dengan pisau yang tumpul akan menjadi tajam jika terus diasah.

3. Paragraf Sebab – Akibat

Paragraf ini diawali dengan memaparkan hal – hal khusus yang berupa sebab – sebab, kemudian disimpulkan pada bagian akhir yang merupakan akibat dari sebab tersebut.

Contoh

Saat ini banyak hutan yang telah beralih fungsi menjadi tempat permukiman. Mereka memaksa semua binatang yang ada di dalamnya untuk pergi dari rumah mereka. Tak hanya itu, perburuan yang massif pun sering terjadi. Para pemburu dengan seenaknya membunuh binatang – binatang yang ada. Akibatnya, binantang – binatang sekarang berada di ambang kepunahan.

4. Paragraf Akibat – Sebab

Paragraf ini diawali dengan memaparkan akibat – akibat yang timbul dan kemudian dijelaskan pada bagian akhir apa penyebab akibat – akibat tersebut.

Contoh:

Cuaca saat ini menajdi semakin panas. Bahkan kita tidak bisa lagi memprediksi datangnya musim karena sudah tidak pasti lagi kapan datangnya. Cuaca yang sangat panas ini diikuti oleh melelehnya gunung – gunung es yang ada di kutub utara sehingga menaikan volume permukaan air laut. Hal ini sungguh sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia. Tetapi bagian ironisnya adalah bahaya – bahaya tersebut, disebabkan oleh perilaku manusia sendiri yang memicu terjadinya global warming.
Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia 2 - Deduktif dan Induktif

Bahasa Indonesia 2 - Pertemuan Pertama (Penalaran)





Baca SelengkapnyaBahasa Indonesia 2 - Pertemuan Pertama (Penalaran)

Selasa, 12 Januari 2016

Video dan Naskah Materi Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Kelompok: 5

Materi: Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Nama Anggota : 
  1. Arman Adyaksha (11113387)
  2. Bonar (11113775)
  3. Charlie Ariya (11113879)
  4. Derri Permana (12113197)
  5. Rizki Mauliana (17113984)
  6. Rizka Dewi (17113896)





Scene

Video

Narasi

Durasi

00.00 – 00.06

Intro Video

Muncul tulisanSelamat Menyaksikan”.


6 detik

00.07 – 00.40

Perkenalan kelompok

Muncul tulisanKelompok 4”.


15 detik

00.23 – 00.40

Materi yang dibawakan

Muncul kereta
yang mengeluarkan asap yang bertuliskan
Catatan Kaki dan Daftar Pustaka”, lalu dikahiri oleh gambar panah.


17 detik

00.41 – 01.00

Penjelasan materi
pertama.

Tangan menulisApa itu catatan
kaki?”, diakhiri dengan gambar kaki dan tanda tanya.

19 detik

01.01 – 01.20

Menjelaskan pengertian
catatan kaki

Muncul huruf-huruf
kelompok 4 membawa tuilisanAdalah daftar keterangan khusus yang ditulis dibagian bawah setiap lembaran atau akhir bab
karangan ilmiah”.


19 detik

00.21 – 00.37

Menjelaskan cara penulisan catatan kaki

Muncul pesawat membawa tulisan “Cara Penulisan Catatan Kaki”.


16 detik

00.38 – 00.53

Penjelasan materi
kedua

Ada dua sepeda bertabrakan, lalu muncul tulisanDaftar Pustaka”, lalu diakhiri dengan digunting dan terpisah.


15 detik

00.54 – 02.34

Menjelaskan pengertian
daftar pustaka

Muncul delman dengan membawa tulisanAdalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulisan,
judul tulisan, penerbit, dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis”.




02.35 – 03.15

Menjelaskan cara penulisan daftar pustaka

  • Muncul tulisan “Cara Penulisan Daftar Pustaka”, lalu ada gambar tanda panah kanan kiri yang disentuh oleh jari.

  • Lalu muncul tulisan “1. Nama dituilis terbalik dan diurutkan sesuai abjad, 2. Tahun terbit, 3. Judul buku (ditulis miring), 4. Tempat terbit, 5. Nama penerbitsatu persatu.



03.16-03.45

Menjelaskan contoh
penulisan catatan kaki

  • Muncul tulisanContoh Penulisan Catatan Kaki”.
  • Lalu muncul buku yang terbuka, lalu diikuti contoh-contoh penulisan catatan kaki.

29 detik

03.46 – 05.00

Menjelaskan contoh
penulisan daftar pustaka

  • Muncul tulisanContoh Penulisan Daftar Pustaka”.
  • Lalu muncul buku yang terbuka, lalu diikuti contoh-contoh penulisan daftar pustaka.

14 detik

05.01 – 05.11

Ending Video

  • Muncul tulisanTerima Kasih”.
  • Muncul credit atau pembuatn video

10 detik
Baca SelengkapnyaVideo dan Naskah Materi Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Minggu, 25 Oktober 2015

Membuat Garis Vertikal, Horizontal, dan Diagonal Menggunakan C++ dan OpenGL

Disini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat Program garis vertikal, horizontal, dan diagonal menggunakan source code C++ dan library OpenGL.

1. Pertama instal software untuk membuat program dengan source code C++. Disini saya menggunakan DEV C++.


2. Selanjutnya instal package GLUT untuk header glut.h dan menjalankannya di OpenGL. Yaitu dengan cara Tools - Package Manager - Pilih Install - Lalu pilih "glut-3.7.6-bin" - Open - Lalu pilih Install - Finish.





3. Setelah itu ketikan statement-statement untuk membuat program garis vertikal, horizontal, dan diagonal.

 

4. Setelah itu Compile dan Run program yang tadi dibuat. Dan inilah hasil outputnya.

a. Garis Vertikal



b. Garis Horizontal



c. Garis Diagonal




Berikut ini logika dari statement-statement program diatas:

  • Sintak include digunakan untuk memanggil semua file Header yang dibutuhkan dalam pembuatan program, iostream sebagai input dan output sedangkan glu,glut,gl berguna agar program dapat menggunakan statement-statement OpenGL. 
  • Kemudian Void Vertikal, Void Horizontal dan Void Diagonal adalah function yang digunakan untuk menjalankan program ketika user menginput pada tampilan nilai menu.
  • Cout berfungsi untuk mencetak dan menampilkan string atau kalimat yang berada didalam tanda petik dua.
  • Cin digunakan untuk membaca yang menyimpan suatu nilai variabel, dimana variabel adalah cin >> a, setelah tanda >> adalah sebuah variabel.
  • glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); Digunakan untuk membersihkan layar latar belakang dengan warna hitam. 
  • glPushMatrix (); Digunakan untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar. 
  • glColor3f (1.0,1.0,1.0); Digunakan untuk menentukan warna garis/titik. 
  • glBegin (GL_LINES); Digunakan untuk menggambar garis dari titik. 
  • glVertex3f (x+0.5,a+0.5,0.0); Digunakan untuk menentukan titik awal. 
  • glVertex3f (x+0.5,b+0.5,0.0); Digunakan untuk menentukan titik awal. 
  • glEnd (); Digunakan untuk mengakhiri gambar garis dititik akhir. 
  • glPopMatrix (); Digunakan untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar. 
  • menu :
  •  int a;
  •  cout<<"MENU \n";
  • cout<<"1. Garis Vertikal \n";
  • cout<<"2. Garis Horizontal \n";
  • cout<<"3. Garis Diagonal \n";
  • cout<<"4. Exit \n";
  • cout<<"Masukkan Pilihan Anda [1..4} : "; cin>>a;
  • cout<<"\n";
    sintak diatas, menjelaskan bentuk tampilan menu dimana pilihan menu hanya sampai pada angka 4, menu: menunjukkan sebuah label yang bernama menu, int a menunjukkan sebuah variabel bertipe data integer atau angka yang bernama a, kemudian cout berfungsi untuk mencetak dan menampilkan string atau kalimat yang berada di daam tanda kutip 2. Cin digunakan untuk membaca yang menyimpan suatu nilai variabel, dimana variabel bernama a
  • switch(a) {
  • case 1:
  • glutDisplayFunc(Vertikal);
  • glutMainLoop();
  • return 0;
  • case 2:
  • glutDisplayFunc(Horizontal);
  • glutMainLoop();
  • return 0;
  • case 3:
  • glutDisplayFunc(Diagonal);
  • glutMainLoop();
  • return 0;
  • case 4:
  • break;
  • return 0;
  • default: 
  • cout<<"Pilihan Anda Salah \n \n"; goto menu;}
    Statementt switch digunakan untuk melakukan pemilihan ekspresi atau kondisi yang memeiliki nilai-nilai konstanta. Digunakan dalam pembuatan tampilan menu. Pada sintak ini pemilihan kondisi dari switch akan di simpan pada variabel a. case 1 atau pilihan 1 akan memanggil dan menampilkan function dari program vertical, case 2 akan memanggil function garis Horizontal, case 3 atan menampilkan function garis Diagonal, case 4 atau pilhan 4 menunjukkan bahwa program break atau melompat keluar dari statement switch program. Default berfungsi untuk pilihan variable yang tidak ada atau pilihan case yang tidak ada maka akan dijanlankan fungsi default ini, dan akan menampilkan kalimat “Pilihan Anda Salah”, kemudian break atau program akan keluar dari statement switch dan menuju label menu
  • } Tanda kurung ini digunakan untuk menutup pengetikkan sintaks switch

Baca SelengkapnyaMembuat Garis Vertikal, Horizontal, dan Diagonal Menggunakan C++ dan OpenGL

Jumat, 23 Oktober 2015

Sistem Pemesanan Dan Pembelian Tiket Bioskop Secara Online Dengan Menggunakan Active Server Pages.Net Berbasis Web Dan Wireless Application Protocol


JURNAL ILMIAH

Sistem Pemesanan Dan Pembelian Tiket Bioskop Secara Online  
Dengan Menggunakan Active Server Pages.Net 
Berbasis Web Dan Wireless Application Protocol

Ery Hartati STMIK MDP Palembang


1. PENDAHULUAN

Setiap perusahaan baik pemerintah maupun swasta harus bersaing dan berusaha untuk dapat menarik perhatian konsumen. Dengan menggunakan produk – produk yang dihasilkan dan ditawarkan. Dengan pengolahan sumber – sumber seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi harus dilaksanakan secara professional agar usaha tersebut dapat mencapai tujuan dalam usahanya, diperlukan sarana dan prasarana yang tangguh guna menunjang kelangsungan hidup perusahaan. Bidang entertainment adalah sector yang memiliki banyak konsumen. Salah satunya adalah bioskop yang menyediakan hiburan berupa tonotnan film sebagai produk yang menyediakan berbagai minat penonton.

Keinginan masyarakat untuk memperoleh kemudahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari mendorong pesatnya kemajuan teknologi. Banyak teknologi yang ditujukan untuk memberikan kemudahan yang diinginkan, seperti misalnya internet. Fakta yang tidak bisa ditolak saat ini adalah kenyataan hampir segala hal dapat diperoleh di internet.  

Dengan kemajuan teknologi internet memungkinkan seseorang untuk memperoleh informasi dan melakukan transaksi dengan bebas tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Meskipun demikian, teknologi ini masih belum dimanfaatkan sepenuhnya. Adapun salah satu masalah yang menarik perhatian penulis adalah masalah yang cukup sederhana namun sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari yaitu pemesanan tiket bioskop. Banyak pelanggan yang harus antri cukup lama untuk mendapatkan tiket, bahkan terkadang sudah mengantri pun belum tentu berhasil mendapatkan tiket. Hal ini tentu saja membawa dampak kerugian karena waktu yang digunakan untuk mengantri dapat menjadi lebih efektif dengan melakukan hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Salah satu alternatif penyelesaian masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan internet baik melalui web di kantor, di warnet, di lingkungan sekolah, di rumah, atau melalui WAP dengan menggunakan handheld mobile device yang mendukung. Pelanggan dapat memesan tiket untuk jadwal tayang kapanpun di bioskop manapun secara online tanpa harus mengantri, dan juga transaksi dapat dilakukan dari mana pun dan kapan pun. Penulisan ini dititikberatkan pada aplikasi pemesanan tiket online melalui web dengan dukungan WAP. Pembahasan akan dilakukan seputar teknologi internet dan WAP serta perancangan aplikasi itu sendiri dan tidak membahas lebih lanjut tentang kerjasama antara bioskop dengan lembaga keuangan mengenai masalah pembayaran online, maupun penanganan dan laporan keuangan dari tiap transaksi.


2. INTERNET

2.1. Pengertian Internet

Internet (Interconnection Networking) adalah sebuah jaringan komputer yang tersebar luas diseluruh dunia dengan sistem operasi yang berbeda-beda. Internet dapat dianggap sebagai library terbaik dan juga merupakan tempat dimana komunikasi dan pertukaran informasi dapat dilakukan dengan mudah karena tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dalam prakteknya, selain sebagai media pertukaran informasi, internet juga dimanfaatkan oleh berbagai pihak sebagai media transaksi, termasuk diantaranya transaksi jual beli. Hal ini dikarenakan internet sangat mendukung jalinan komunikasi yang efektif antar berbagai pihak. Agar dapat terhubung dengan jaringan internet, suatu komputer (atau jaringan komputer) harus mempunyai hubungan dengan ISP (Internet Service Provider) yang terhubung pada ISP yang lebih besar dan begitu seterusnya sampai ISP tersebut terhubung ke ISP yang paling besar (mencakup dunia). Bila sudah terhubung, pengguna komputer dapat menjelajah jaringan internet selayaknya berada dalam jaringan pribadi. Informasi di internet tersimpan dalam file pada site yang dibuat oleh masing-masing pemilik informasi. Untuk mengakses informasi tersebut, pengguna harus masuk kedalam site pemilik informasi. Biasanya site di internet memiliki user interface yang memudahkan pengguna untuk mengakses informasi yang tersimpan dalam file pada site tersebut.

2.2. Web

Web adalah kumpulan antar hubungan dokumen – dokumen yang ada berisi suara, gambar dan teks yang diformat. Denga menggunkana teknologi hypertext, pemakai dituntut untuk menentukan informasi denga mengikuti link yang disediakan dalam dokumen web yang ditampilkan dalam browser web. Selain itu web telah diadopsi oleh perusahaan sebagai dari strategi teknologi informasinya karena akses mudah, setup server lebih mudah, informasi mudah didistribusikan dan beban plat form.


3. ACTIVE SERVER PAGES.Net

3.1. ASP.Net

Active Server Pages atau ASP. Net  merupakan suatu script yang bersifat server-side yang ditambahkan pada HTML untuk membuat sebuah web menjadi lebih menarik, dinamis dan efektif. Dengan ASP kita dapat mengolah data konsumen yang diambil dengan sebuah form, membuat aplikasi-aplikasi tertentu dalam sebuah web, dan database dalam sebuah web WAP.  

Sebelum kita menggunakan ASP.Net, pastikan terlebih dahulu  Windows 2000 Professional atau Windows XP Professional sudah ter-install di komputer. Selanjutnya, install Internet Information Services (IIS) dari Add / Remove Windows Component Dialog. Setelah itu pilih new virtual directory.

Gambar 1: Internet Infromation Service

Gambar 2: Virtual Direktori ASP.Net

3.2. Pengertian WAP

WAP adalah singkatan dari Wireless Application Protocol, merupakan sebuah protokol komunikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi secara instan melalui handheld wireless devices seperti telepon seluler, pagers, radio dua arah, smartphone dan communicator. Didefinisikan oleh WAP forum (http://www.WAPForum.org), WAP menjadi open global standard untuk komunikasi antara sebuah mobile handset dan internet atau applikasi komputer lainnya. Karena merupakan suatu open protocol untuk wireless messaging, WAP menyediakan teknologi yang sama bagi semua penyedia dari berbagai jaringan WAP mendukung sebagian besar jaringan wireless, termasuk diantaranya CDPD, 
CDMA, GSM, PDC, PHS, TDMA, FLEX, ReFLEX, iDEN, TETRA, DETC, DataTAC, and Mobitex dan didukung oleh sebagian besar sistem operasi, terutama sistem operasi yang dibangun untuk handheld mobile devices termasuk PalmOS, EPOC, Windows CE, FLEXOS, OS/9, and JavaOS. Ada 3 alasan mengapa internet di wireless device membutuhkan WAP:  
  • Kecepatan Transfer  
Kebanyakan mobile phone dan PDA yang webenabled memiliki rate transfer data hanya sekitar 14,4 Kbps atau kurang. Sebagian besar halaman web saat ini sangat padat dengan grafik yang akan memakan waktu yang sangat lama jika di download dengan rate 14,4 Kbps.  
  • Ukuran dan Readability  
Halaman web tidak akan dapat ditampilkan dengan baik pada LCD di handheld mobile device (relatif resolusi layar handheld mobile device jauh lebih kecil daripada PC atau laptop) 
  • Navigasi  
Pada handheld mobile device, kebanyakan navigasi dilakukan dengan menggunakan satu tangan pada sebuah scroll keys. WAP dibangun menggunakan bahasa WML (sebuah aplikasi XML), yang dibuat khusus untuk tampilan pada layar yang kecil dan navigasi dengan satu tanggan tanpa menggunakan mouse dan keyboard. WML dapat membuat display yang terdiri dari 2 baris teks sampai sebuah layar grafik yang biasa ditemukan pada shone dan communicator. WML mirip dengan JavaScript, tapi hanya membutuhkan memory dan power CPU lebih sedikit karena WML tidak mengandung fungsi–fungsi yang tidak diperlukan yang ditemukan pada bahasa scripting yang lain. WAP juga menggunakan internet protokol standar seperti UDP, IP dan  XML. Sedangkan untuk membuat WAP Website, suatu site membuat versi yang hanya terdiri dari teks atau teks dan grafik tingkat rendah dalam format HTTP file. Web Server kemudian mengirimkan file tersebut ke WAP Gateway. WAP Gateway memiliki WAP Encoder, Script compiler dan protocol adapters untuk mengubah informasi dalam bentuk HTTP menjadi WML. Gateway kemudian mengirimkan data yang telah di konversi ke client WAP di wireless device.

Saat sebuah handheld mobile device tersambungkan ke jaringan wireless dan meminta akses sebuah site web yang mendukung WAP, handheld mobile device anda akan mengirimkan permintaan tersebut via gelombang radio ke sel terdekat, dimana langsung dirutekan ke internet melalui sebuah server gateway. Server gateway tersebut akan menerjemahkan permintaan ke format standar HTTP dan meneruskannya ke site web. Bila site tersebut meresponsnya, ia akan mengirimkan dokumen HTML ke server gateway, kemudian dikonversi menjadi WML dan merutekannya ke antena terdekat. Antena tersebut akan mengirimkan data via gelombang ke piranti WAP anda dan akhirnya microbrowser—aplikasi kecil yang dibuat didalam wireless device sebagai navigator yang menyediakan interface antara user dan wireless internet—menampilkan halaman tersebut

3.3. Cara Kerja WAP

Proses yang terjadi antara gateway dan client WAP tergantung pada fitur dari beberapa bagian WAP protocol stack.  

a. WAE - The Wireless Application Environment, merupakan stack developer dimana WML dan WML script termasuk didalamnya.  
b. WSP - The Wireless Session Protocol, menentukan apakah sesi antara handheld mobile device dan jaringan adalah connectionoriented atau connectionless. Dengan kata lain WSP menentukan apakah handheld mobile device perlu berhubungan bolak balik ke jaringan selama sesi berlangsung. Pada sesi connection-oriented, transfer data berlangsung dua arah antara handheld mobile device dan jaringan, WSP kemudian mengirimkan paket ke layer WTP. Sesi connectionless umum digunakan ketika transfer data berlangsung satu arah dari jaringan ke handheld mobile device. Pada sesi connectionless WSP mengarahkan paket ke WDP.  
c. WTP - The Wireless Transaction Protocol berperan sebagai pengatur arus, menjaga arus data berjalan dengan baik dan lancar. Layer WSP dan WTP berhubungan dengan The WSP and WTP layers serupa dengan Hypertext Transfer Protocol (HTTP) dalam protocol suite 
TCP/IP  
d. WTLS – Wireless Transport Layer Security menyediakan fitur keamanan yang serupa dengan Transport Layer Security (TLS) di 
TCP/IP. WTLS memeriksa integritas data, melakukan enkripsi dan melakukan otentikasi antara client dan server.
e. WDP - The Wireless Datagram Protocol bekerja bersama dengan Network Carrier layer untuk memudahkan pengadaptasian WAP ke berbagai bearer  
f. Network carriers – disebut juga bearers, adalah teknologi-teknologi yang digunakan oleh provider wireless.

Gambar 3: Cara Kerja WAP
Gambar 4: WAP Control Stack


4. KONSEP TRANSAKSI ONLINE

4.1. Pengertian Transaksi Online

Dalam ilmu komputer, transaksi didefinisikan sebagai bagian dari proses operasi database (update dan perintah manipulasi) yang mengubah suatu kondisi awal dari suatu sistem menjadi kondisi yang baru (Amjad 1993, h.310). Contoh transaksi: pentransferan uang elektronik dari suatu rekening ke rekening lainnya. Sifat yang dimiliki oleh suatu transaksi dikenal dengan istilah 
ACID (Atomicity, Consistency, Isolation and Durability).  

a. Atomicity: suatu transaksi merupakan unit operasi yang tunggal baik proses transaksi tersebut telah terselesaikan ataupun tidak.  
b. Consistency: suatu transaksi memetakan suatu konsisten atau benar dari suatu database ke database lainnya.
c. Isolation: suatu transaksi tidak dapat memberikan masukkan untuk transaksi lainnya sebelum transaksi itu disetujui. Isolation menjamin suatu transaksi tidak dapat mengakses data yang sedang diperbaharui karena data tersebut berada dalam keadaan tidak konsisten dan tidak lengkap selama eksekusi dari suatu transaksi yang sedang berlangsung.  
d. Durability: transaksi yang berhasil memiliki hasil akhir yang telah permanen dan tidak dapat terhapus dari database. DBMS memastikan hasil akhir suatu transaksi tidak berubah jika terjadi kegagalan sistem.  

Pemrosesan online yang disebut juga pemrosesan transaksi atau pemrosesan secara kontinu merupakan suatu metoda pengolahan data dimana transaksi yang terjadi berlangsung secara segera dan langsung digunakan untuk memutakhirkan file induk (Jogiyanto 1992, 
h.861). 

Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa transaksi online merupakan suatu proses yang mengakses secara langsung database yang bersangkutan dan pada saat itu juga akan memberikan informasi terkini bagi pemakai yang bersangkutan. Pemakaian transaksi online tidak hanya berlaku untuk satu pemakai data tetapi lebih dari satu pemakai data sehingga informasi terkini dapat diketahui oleh pemakai data lainnya secara cepat, dan tepat. Contoh dari transaksi online: ketika seseorang melakukan pengecekan saldo di mesin ATM, maka ia segera mendapatkan keadaan dimana saldo tabungannya telah berkurang sebanyak yang ia debet.

4.2. Sifat Transaksi Online

Suatu transaksi online mempunyai beberapa sifat antara lain (Potts 1995, h.345):  

a. Memungkinkan penggunaan data yang konsisten. Data yang digunakan dalam transaksi onlineharus secara konsisten mendukung keseluruhan dari transaksi.  
b. Memungkinkan penggunaan data secara bersamaan oleh lebih dari satu pengguna database yang sama. Penggunaan database dapat menggunakan data yang sama secara bersamaan tanpa mengurangi fungsi penjagaan terhadap konsistensi data.  
c. Adanya sistem keamanan dan data cadangan terhadap database yang digunakan. Keamanan terhadap kemungkinan penyalahgunaan data yang ada, dengan fasilitas password atau keamanan lainnya, data cadangan untuk menjaga kemungkinan rusaknya database pada saat terjadinya transaksi.  
d. Kecepatan kinerja dan kemampuan akses data yang digunakan secara bersamaan. Kecepatan akses dalam transaksi online sangat penting karena mendukung penggunaan data secara bersamaan, dimana transaksi data harus berlangsung secara cepat dan akurat.


5. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Sistem pemesanan dan pembelian tiket online merupakan suatu web database application yang mengolah data pelanggan saat melakukan reservasi dengan membeli tiket. Web site yang dilengkapi dengan enkripsi SSL-128 untuk menjaga keamanan bertransaksi digunakan sebagai user interface antara Bioskop dengan pelanggan pada saat melakukan pemesanan tiket.  

Pelanggan dapat mendapatkan informasi mengenai jam tayang dan teater yang menayangkan film, namun hanya pelanggan yang telah melakukan registrasi dan melunasi pembayaran yang dapat melakukan pembelian tiket. Dengan mempertimbangkan kemudahan navigasi dan lalu lintas data dimana pelanggan harus memberikan beberapa informasi pribadi, pendaftaran dilakukan hanya dapat dilakukan melalui web. Sistem pembelian tiket juga masih mengakomodir pembelian tiket di loket-loket. Sistem pembelian tiket online menjadi pelengkap sistem pembelian tiket yang ada sekarang.  

Seperti diilustrasikan pada gambar berikut ini, Client membuka web bisokop dan memesan tiket pemesanan tiket bioskop, Pemesanan tiket tersebut langsung tersimpan didalam server database bioskop, karena system yang digunakan menggunakan fasilitas jaringan langsung terkoneksi ke computer baik itu dari client dan server Pihak bisokop membuka dan memeriksa database untuk mengetahui berapa banyak tiket yang dipesan oleh penontonn melalui internet, setelah tiket dipesan melalui internet untuk mendapatkan tiket tersebut client dalam hal ini penonton harus melakukan validasi terlebih dahulu ke pihak  bioskop.

Gambar 5: Proses Client To Server pada Ticketing
Gambar 6: Flow of Documnets


6. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

6.1. Cara Memperoleh Saldo Untuk Melakukan Transaksi

Setelah melakukan pendaftaran melalui web Cineplex, pelanggan akan mendapatkan sebuah user id yang unik. Dengan menggunakan user id ini, pelanggan dapat membeli voucher di ATM bank yang telah melakukan kerja sama dengan Cineplex. Di ATM pelanggan hanya perlu memberikan nomor user id miliknya, dan menentukan berapa nominal voucher yang hendak dibeli. Pihak Bank akan mengirimkan data pembelian voucher ke Cineplex, untuk kemudian secara otomatis meng-update saldo pelanggan.

6.2. Cara Melakukan Transaksi Pemesanan dan Pembelian Tiket

Dengan melalui Web atau WAP, pelanggan menggunakan user id dan password-nya untuk melakukan transaksi. Tampilan form seperti:

Gambar 7: Form Login

Jika login berhasil, pelanggan dapat mengisi form pesan dan memilih film apa yang hendak ditonton, jam tayang, serta di teater mana yang diinginkan pelanggan. Kemudian akan ditampilkan form pemesanan online nya. Seperti dibawah ini:

Gambar 8: Form Pemesanan Online
Setelah pelanggan melakukan pemesanan pada bioskop, maka tinggal menunggu validasi saja dari pelanggan, jika pelanggan setuju pelanggan dapat memilih kursi yang masih tersedia. Jika pemilihan kursi selesai, sistem akan mengurangi secara otomatis saldo pelanggan sesuai dengan jumlah yang harus dibayar pelanggan. Jika saldo tidak mencukupi, maka sistem akan memberikan informasi kepada pelanggan. Pelanggan dapat melakukan pilihan ulang dengan mengurangi jumlah kursi yang hendak dibeli, atau membatalkan transaksi. Jika transaksi berhasil (saldo mencukupi), pelanggan akan mendapatkan nomor booking. Nomor booking ini yang kemudian akan digunakan sebagai tiket untuk masuk ke bioskop.  

6.3. Proses Maintenance Aplikasi Dan Informasi Yang Terkandung Dalam Web  

Aplikasi ini dibuat secara full parameter dan dinamis. Isi site, serta informasi yang terdapat didalamnya dapat di-update kapan saja sesuai dengan keputusan manajemen bioskop. Manajemen hanya perlu mengakses aplikasi sebagai administrator dan mengakses menu yang khusus disediakan untuk administrator.  

6.4. Evaluasi Keamanan Bertransaksi Melalui Aplikasi  

Untuk melakukan transaksi, pelanggan dilengkapi dengan user id yang unik dan password. Site juga dilengkapi dengan enkripsi SSL-128 yang meng-enkripsi setiap data yang dikirim melalui jaringan internet.


7. KESIMPULAN DAN SARAN

Pemesanan dan pembelian tiket secara online dapat menjadi efisien, karena tidak terbatas dengan waktu, jarak dan biaya. Pada sistem yang baru, penonton dapat melihat film yang akan ditayangkan di bioskop, mendapatkan informasi harga tiket pada bioskop yang berbeda lokasinya, mendapatkan informasi ketersediaan tiket dan lokasi tempat duduk, dan membeli tiket bioskop yang ingin ditontonnya melalui web atau melalui handheld mobile device yang mendukung penggunaan WAP dapat mengurangi jumlah orang yang mengantri pembelian tiket dan meningkatkan efisiensi waktu penonton. Adapun saran yang dapat dipertimbangkan untuk penyempurnaan dan pengembangan sistem lebih lanjut adalah sebagai berikut:  

a. Pembayaran dapat dilakukan online, misalnya menggunakan credit card, agent pembayaran di internet atau online banking.  
b. Dalam pembuatan web jangan terlalu banyak animasi, warna dan gambar sehingga dalam pengaksesan web tersebut tidak terlalu lambat.  
c. Memberikan fasilitas-fasilitas web yang lebih kepada pelanggan contohnya fasilitas login untuk mendaftarkan email-nya guna mendapatkan info perfilman secara periodik.  
d. Sistem dapat diterapkan bukan hanya untuk pemesanan tiket bioskop, tapi untuk tiket-tiket lainnya.



DAFTAR PUSTAKA

[1] Kurniawan, Yahya, 2003, Aplikasi Web database Dengan ASP, PT. Elex Media Komputindo 

[2] Amjad, U., 1993. Distributed Computing: A Practical Synthesis of Network, Client Server System, Distributed Application and Open System, USA: Prentice Hall International Inc.  

[3] Date, C.J., 2000. An Introduction To Database System. Edisi ke-7, Boston: Addison Wesley Longman, Inc.  

[4] Gralla, P., 1999. How The Internet Works, Indianapolis: Que.  

[5] Kienan, B., 2000. Small Business Solution ECommerce, edisi ke-1, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.  

[6] Kurniawan, Y., 2001. Aplikasi Web Database dengan ASP, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.  

[7] Martin, J., 1974. Database Analysis and Design, USA: Prentice Hall, Inc.  

[8] Sidharta, L., 1996. Internet Informasi Bebas Hambatan. Edisi ke-1, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.  

[9] Shneiderman, B., 1998. Designing the User 
Interface: Strategies for Effective HumanComputer Interaction, Edisi ke-3. Boston: 
Addison Wesley Longman, Inc.

[10] Sommerville, I., 1996. Software Engineering, Edisi ke-5, Boston: Addison  
Wesley Longman, Inc.    

[11] Yourdon, E., 1989. Modern Structured  
Analysis, USA: Prentice Hall.    

[12] Zimmerman, S., 1996. Website Constructionkit, Indianapolis: Sams  
Publishing.

Baca SelengkapnyaSistem Pemesanan Dan Pembelian Tiket Bioskop Secara Online Dengan Menggunakan Active Server Pages.Net Berbasis Web Dan Wireless Application Protocol